MUNAWAROH_20110420192_B_TUGAS PERKULIAHAN 1 & 2

MUNAWAROH

20110420192

EKONOMI ISLAM “B”

TUGAS PERKULIAHAN:

  1. 1.     Persepsi Umum Tentang Kandungan Al Qur’an

“Pedoman kita sebagai umat Islam, kalau mau tahu wajib haramnya suatu hal, semua dapat kita lihat di Al Qur’an. Semua yang tercantum dalam Al Qur’an itu tentang hal-hal yang bersifat wajib dan haram.” Demikianlah persepsi persepsi umum yang telah melekat pada pemikiran mahasiswa bahkan masyarakat disekitar kita. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pemahaman secara menyeluruh terhadap isi kandungan Al Qur’an. Padahal setelah kita lakukan bedah Al Qur’an, prosentase hukum wajib dan haram menduduki posisi paling sedikit.

Mayoritas dari isi Al Qur’an memuat hal-hal yang bersifat sunnah dan mubah. Hal itu bisa dibuktikan dari banyaknya ayat yang menerangkan tentang kisah-kisah para nabi pada jaman dahulu. Allah memberikan perintah kepada kita dalam beberapa ayatnya untuk mengambil pelajaran dari kisah-kisah nabi yang tercantum dalam Al Qur’an. Jarang sekali ditemukan ayat yang berisi perintah sholat, puasa, dan lain-lain yang bersifat wajib. Jadi, apabila kita melakukan pemahaman isi Al Qur’an secara menyeluruh dapat kita simpulkan bahwa sesungguhnya Islam tidak memberatkan kita dengan perintah-perintah (kewajiban) dan larangan (hal-hal yang bersifat haram).

 

  1. 2.     Maksud dari Q.S. Al Baqarah ayat 208

Dalam Q.S. Al Baqarah ayat 208 telah dijelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk menjadi muslim secara kaffah. Kaffah dapat diartikan sebagai proses menjalankan syariat Islam dalam seluruh aspek dari semua aktifitas kehidupan kita (bersifat menyeluruh). Namun yang banyak terjadi adalah mayoritas masyarakat memaknai Islam hanya dari aspek Akhlak dan Ibadahnya. Banyak masyarakat yang menganggap, orang yang rajin beribadah, rajin berzakat, berperilaku baik berarti telah kaffah keislamannya. Anggapan itu merupakan salah satu bukti bahwa banyak aspek kehidupan seperti jual-beli, bab-bab perkawinan, kebersihan telah dikesampingkan. Termasuk aspek yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita yaitu mengenai perekonomian yang dalam Islam menjadi unsur aspek mu’amalah. Jadi, untuk mencapai keislaman yang kaffah hendaknya kita tidak boleh mengesampingkan aspek tersebut. Semua aktifitas kehidupan terutama dalam hal mu’amalah harus berpedoman sesuai syariat Islam.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s